EDISI DIGITAL SECARIK • INDONESIA
Kembali ke Beranda Gaya Hidup & Budaya

Kisah Sanggar Tenun Tradisional Menembus Panggung Mode Internasional

Kombinasi pewarna alami ramah lingkungan dan motif leluhur membawa karya perajin desa ke pekan mode Milan dan Paris.

Dimas Wicaksono (Wartawan)
Dimas Wicaksono (Wartawan)
Rabu, 30 September 2026 • 4 menit baca
Kisah Sanggar Tenun Tradisional Menembus Panggung Mode Internasional
Aktivitas perajin menenun sehelai kain motif tradisional. (Foto: Alya/Secarik)

Di sebuah lembah perbukitan, suara ketukan alat tenun bukan mesin (ATBM) mengalun ritmis sejak fajar merekah. Para perajin wanita menjaga tradisi motif ratusan tahun yang kini digemari kurator mode mancanegara.

Dengan pendampingan desain modern tanpa merusak nilai filosofi sakral, kain tenun ini kini dihargai tinggi sebagai karya seni bernilai tinggi (haute couture).

Dimas Wicaksono (Wartawan)

Dimas Wicaksono (Wartawan)

Jurnalis Investigasi & Kebijakan Publik Secarik.

Kolom Percakapan & Komentar

0 Komentar

Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk dapat berpartisipasi di kolom komentar.

Masuk untuk Berkomentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan pada berita ini!

Berita Terkait Lainnya